Cerkak Bahasa Jawa "Bungkusan Soklat" | Cerkak Basa Jawa

Sinopsis Cerkak Bahasa Jawa "Bungkusan Soklat"

Cerkak "Bungkusan Soklat" adalah salah satu cerkak yang mengangkat tema kejujuran, cerkak yang pernah dimuat dalam majalah Panjebar Semangat ini menceritakan tentang kehidupan keluarga yang mengalami serba kesusahan dalam hidupnya.

Dikisahkan seorang pemuda yang bernama Manto, Manto adalah sesosok pemuda pekerja keras dan jujur mempunyai seorang istri bernama Ranti. Manto menikahi Ranti setelah luluh di bangku kuliah, orang tua Manto pada awalnya tidak setuju dengan keputusan Manto untuk menikahi Ranti, dikarenakan Manto dirasa belum mempunyai penghasilan yang cukup untuk menafkahi keluarganya kelak.

Untuk menafkahi keluarganya Manto bekerja sebagai guru di salah satu yayasan swasta di desanya. Sebagai guru tidak tetap tentu saja Manto sangat kesulitan dalam kehidupannya sehari-hari, maka dari itu untuk mendapatkan penghasilan tambahan Manto bekerja juga sebagai tukang ojek. Manto mencari penumpang selepas dia bekerja sebagai Guru Tidak Tetap di Yayasan Swasta. Pekerjaan sampingan sebagai tukang ojek tidak membuat malu dirinya, Manto rela melakukan pekerjaan apa pun asalkan itu halal.

Pada suatu hari Manto selepas mengajar, seperti biasanya Manto berganti pakaian dengan untuk mencari penumpang, Sepulang mengajar Manto beristirahat di sebuah Masjid Agung dan melakukan ibadah sholat, selepas sholat Manto langsung berganti pakaian yang rencananya untuk melakukan pekerjaannya sebagai tukang ojek.

Betapa kagetnya Manto ketika melihat bungkusan berwarna Coklat yang dia temukan di serambi Masjid, dengan penuh pertimbangan Manto akhirnya membawa bungkusan Coklat tersebut ke rumah kontrakannya. Ranti yang melihat Manto pulang dengan membawa bungkusan tersebut bertanya-tanya dari mana bungkusan tersebut ditemukan dan apa isinya.

Untuk mengetahui isi bungkusan tersebut mereka berdua sepakat untuk membukanya bersama-sama, ketika bungkusan itu dibuka, betapa kagetnya mereka melihat tumpukan uang yang sangat banyak, setelah dihitung uang yang mereka temukan sebesar 200 juta.

Melihat uang yang sangat banyak Manto muncul niatan jahat untuk tidak mengembalikan Uang 200 juta kepada pemiliknya, namun istrinya Ranti tidak setuju dengan pendapatnya, Ranti menginginkan Manto untuk segera mencari siapa pemilik bungkusan berwarna coklat tersebut, akhirnya Manto menyetujui pendapat Ranti.

Keesokan harinya seperti biasa Manto selepas mengajar, menyempatkan diri untuk bersinggah ke Masjid dimana bungkusan itu ditemukan, selepas sholat dan berganti pakaian Manto keluar Masjid. Ketika akan keluar Manto melihat seseorang yang kelihatan mencari-cari sesuatu.

Setelah di dekati ternyata orang tersebut bernama Pak Irul, Pak Irul adalah ketua Yayasan dimana Manto bekerja sebagai Guru Tidak Tetap. Akhir kata Manto menanyakan apa yang sebenarnya di cari-cari oleh Pak Irul. Pak Irul menceritakan bahwa kemarin dia kehilangan bungkusan berwarna Coklat yang berisi uang 200 juta, uang tersebut rencananya akan diberikan kepada para karyawan di Yayasannya.

Mendengar cerita Pak Irul, Manto akhirnya bercerita bahwa dia kemarin menemukan bungkusan yang dimaksud dan Manto segera memberikan bungkusan yang berisi 200 juta itu kepada sang pemiliknya Pak Irul. Pak Irul sangat senang menerima kembali bungkusan tersebut, karena rasa terima kasihnya akhirnya Pak Irul memberikan uang sebagai tanda terima kasih, tidak hanya itu saja, Manto dijanjikan akan dijadikan sebagai Guru Tetap Yayasan dimana Pak Irul sebagai ketua Yayasan.

Cerkak Bahasa Jawa "Bungkusan Soklat"
Cerkak Bahasa Jawa "Bungkusan Soklat"



Unduh Cerkak Bahasa Jawa "Bungkusan Soklat"

1 Response to "Cerkak Bahasa Jawa "Bungkusan Soklat" | Cerkak Basa Jawa"